Kisah ini bermula di dua desa yang terletak berseberangan, dipisahkan oleh sebuah sungai di wilayah tengah Thailand. Dulu, penduduk kedua desa ini sedekat keluarga, namun kini mereka menjadi rival sengit yang bahkan enggan saling bertatapan selama lebih dari satu dekade. Rasa gengsi membelenggu mereka—siapa pun yang mengalah lebih dulu akan dianggap sebagai pihak yang kalah. Situasi kian memanas dengan hadirnya persoalan asmara, harga diri pria yang terluka, serta persaingan yang sengit. Tepat saat konflik antara kedua desa tersebut mencapai titik didih, sebuah ancaman tersembunyi mulai menyusup masuk secara perlahan dan senyap, membuat semua orang lengah.













